Archive for Tak Berkategori

ATTENTION

Maaf ya aku agak sibuuk belakangan ini,,
Jadi nggak sempet bales komen kalian semua
Maaf yaa
T.T

Komentar

Oke,
Akhirnya Admin balik lagi,

Bagi yang nggak puas liat blog ini, aku minta maaf ya

Sorii jugag atas semua bahasa-bahasaku yang alay kmarin-kmarin,,
(Baru sadar kalok itu bahasa alay keterlaluan :P)

Buat yang uda kasih komentar makasi bangett

Admin butuh banget kritik dan saran yang membangun,
D tunggu selalu

Oh iya,
Buat sekedar info aja, aku dapet Foto-fotonya Kak Izzy dari Friendsternya lo (Jaman dahulu kala waktu masi musimnya FS)

Makasiih buat para pengunjung ma makasih buat yang uda kasih komennya. 🙂

What abouT iZZy???

Satu personil Kangen Band lainnya adalah Izzi, yang kini berusia 18 tahun. Pemain keyboard ini tinggal dengan neneknya sejak kecil di Jalan Pahlawan, Kedaton, Bandar Lampung. Neneknya bernama Murniati kelahiran tahun 1951 dan ibu kandungnya bernama Evayanti kelahiran 1968. Ayahnya sudah lama tidak lagi bersama ibunya, cerai. Izzi anak semata wayang.

Rumah neneknya Izzi cukup besar dengan halaman yang luas. Ada tujuh petak kamar kos yang disewakan di halaman bagian kiri dan toko di sudut depan kiri. Sedangkan persis di depan rumahnya, Izzi membuat dua toko lagi untuk usaha neneknya. “Belum kepikiran mau usaha apa nantinya,” ujar Murniati, neneknya Izzi yang saya temui di rumahnya.

Dari Kangen Band, Izzi membeli mobil sedan bekas bermerk BMW seharga Rp60 juta. Mobil itu disimpannya di Lampung. Menurut neneknya, sejak kecil Izzi gemar membongkar pasang otomotif. Sejak dia bisa membawa mobil, dia juga yang kerap mengendarai mobil sedan merek Timor milik neneknya. “Izzi pernah hilangin satu motor keluarga,” ujar Murniati.

“Izzi itu anak yang makannya paling kuat dan banyak. Makanya, badannya cepat besar. Padahal usianya paling muda. Apalagi kalau sudah disiapkan sambel teri, bisa langsung ludes.”

Kehidupan keluarga neneknya cukup mapan. Namun tak sebanding dengan urusan rumah tangga orangtua kandungnya. Sejak kecil, ayahnya sudah berpisah dengan ibunya. Izzi akhirnya ditampung di rumah neneknya. Kakeknya bekerja di Inpeksi Pajak di Bandar Lampung. “Syukur dia sudah bisa dapat uang. Setiap Izzi memberikan uang, saya tolak. Saya sarankan, uangnya ditabung untuk masa depannya nanti.”

sumber:

http://roesman.blogspot.com/2008/01/kangen-band-anomali-musik-kita.html

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!